Posted by: garasibu | November 7, 2008

Toilet Sehat

Suatu hari, persisnya tgl 4 Nopember 08, saya menghadiri seminar yang berkaitan dengan Peran Perempuan di suatu hotel di Slipi – Jakarta.

Dalam tulisan saya kali ini bukan hendak membahas materi seminar. Saya ingin menceritakan pengalaman saya dengan toilet yang ada di hotel tersebut..

Seperti biasa, kalau di ruangan yang sangat dingin, gangguannya adalah ingin buang air kecil. Itu juga yang saya alami pada seminar hari itu. Maka pergilah saya ke toilet di lantai 2 yang satu lantai dengan ruang dimana seminar diselenggarakan. Begitu memasuki toilet perempuan, saya buka pintu salah satu kompartemen sambil ngintip, apakah ada tissuenya atau tidak. Kebetulan ini di hotel, jadi saya tidak perlu mengkawatirkan kebersihannya. Jika di toilet umum lainnya, seperti di Bandara, saya sering mikir dulu, jorok nggak ya?

Kembali pada toilet di Hotel tempat seminar berlangsung, saat itu hanya ada 1 kompartemen yang terbuka dan kosong. Tapi di kompartemen yang hendak saya pakai itu, toiletnya tertutup. Walaupun kebiasaan saya di rumah selalu menutup toilet pada saat menyiram, saya jadi ragu-ragu melihat toiletnya tertutup karena saya pernah punya pengalaman membuka toilet yang tertutup, ternyata pemakai sebelumnya tidak menyiram. Tapi apa boleh buat, tidak ada pilihan lain, saya buka saja toilet tersebut….dan ternyata bersih.

Nah..selesai sudah membuang hajat kecil saya. Saya dengar tetangga di kompartemen sebelah mengeluh “ kok nggak bisa disiram ya!”.

Adalah kebiasaan saya, jika akan menyiram toilet, saya tutup dulu toiletnya, lalu tekan tombol penyiram. Kebiasaan tsb saya lakukan juga pada saat itu. Ternyata bisa kok toiletnya disiram. Sementara ibu yang tadi mengeluh, keluar saja dari kompartemennya sambil bilang, “nggak bisa disiram”. Entah kepada siapa dia bilang karena tidak ada toilet attendant.

Walau begitu saya juga heran dengan toilet yang saya pakai, rasanya tombol belum saya tekan kok sudah ada suara menyiram. Bunyi menyiram tadi dari toilet saya atau toilet sebelah ya??

Karena saya ragu-ragu dan tidak ingin meninggalkan kotoran, saya buka lagi tutup toiletnya. Bersih kok. Lalu saya tutup..eh…ada suara menyiram lagi, padahal tombol nggak saya tekan. Penasaran, saya buka lagi dan tutup lagi, tersiram lagi…

Akhirnya saya baru tahu bahwa toilet tersebut secara otomatis menyiram disaat tutup toiletnya ditutup. Lalu saya iseng mengintip kompartemen tempat ibu yang mengeluh nggak bisa di siram tadi, ternyata posisinya terbuka..!!

Yah…mungkin ini hasil salah satu sosialisai Asosiasi Toilet. Menyiram Toilet sebaliknya dalam keadaan tertutup karena pusaran air menyiram tersebut bisa menyembur 6-8 meter seperti orang bersin..seraya menyebarkan ribuan kuman-kuman penyakit**


Responses

  1. Saya sudah beberapa kali ke toilet otomatis seperti itu dan saya senang dengan idenya. Tapi baru tahu kalau waktu menyiram harus menutup dulu. Info yg berguna nih. Kalau di rumah sih pressurenya nggak begitu kencang wkt flush. Tapi di toilet umum, saya harus mulai membiasakan diri menutup dulu wkt flush. Siapa tahu airnya muncrat2.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: