Posted by: garasibu | January 2, 2010

FRUKTOSA DAN GULA BUAH

Saya mungkin termasuk yang kurang suka makan dan minum yang manis-manis. Tetapi saya sangat suka manisnya buah. Menurut saya minuman/makanan olahan yang dijual di pasaran sungguh sangat manis, sehingga jika ada SPG yang menawari saya  makanan olahan, selalu saya bertanya “manis nggak mba?”. Mereka sering mencoba meyakinkan saya bahwa manisnya dibuat dari Fruktosa, gula buah katanya.

Nampaknya Fruktosa mempunyai nilai jual tersendiri karena sucrosa sudah dikenal luas sebagai sesuatu yang harus dihindari oleh penderita diabetes. Memang Fruktosa selama ini diketahui adanya di dalam buah. Sementara menurut Dr. Robert Lustig MD (UC San Fransisco): Fruktosa dalam makanan (dimana secara biokimia adalah karbohidrat) tetapi secara biologis bertindak sebagai lemak, merupakan racun liver yang memperburuk obesitas pada anak-anak. Tingginya kandungan Fruktosa dan Sukrosa dalam makanan akan meningkatkan nafsu makan yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi makan.

Dalam dialog saya dengan Mas Wied Harry, seorang Pakar gizi, kekawatiran saya tentang fruktosa itu saya utarakan. Menurut Mas Wied, Fruktosa (dan juga sukrosa serta gula lain) yang sudah dalam bentuk ekstrak murni yang ditambahkan dalam makanan berbeda sifatnya dengan yang masih dibawa secara alami dalam bahan makanan (buah-buahan). Yang masih alami terdapat bersama serat dan nutrisi lain, sehingga tidak secara signifikan memberikan akibat seperti yang disebutkan Dr Robert Lustig MD. Sebaliknya, fruktosa ekstrak murni sudah berupa molekul tunggal, yang cepat menaikkan kadar gula darah, sehingga memaksa pankreas bekerja lebih keras menghasilkan insulin guna mengendalikan kenaikan gula darah mendadak tsb.

Analoginya, seperti kalo kita jalan sendiri lalu diganggu orang, kemungkinan naik pitam akan jauh lebih besar, dibanding jika kita jalan bersama teman(-teman) lain – karena ada yang mengingatkan kita untuk bersabar. Kurang lebih demikian fungsi nutrisi, ada  interdependensi, saling berkaitan.

Pandangan yang diungkapkan oleh Mas Wied Harry adalah tipikal pandangan seorang Naturalist yang selalu melihat khasiat suatu zat dalam komposisinya yang terdapat di alam. Berbeda dengan perspektif ahli kimia modern, yang memisahkan ekstrak murni menjadi molekul tunggal , sehingga tidak lagi seperti kondisi di lingkungan alamiahnya.

Sehingga menurut saya tidak perlu mengurangi makan buah hanya karena penjelasan bahwa fruktosa pencetus lemak yang menyebabkan obesitas karena nyata-nyata berbeda antara fruktosa dalam buah dengan fruktosa ekstrak molekul tunggal yang dimasukkan kedalam makanan olahan.

Salam Sehat.


Responses

  1. terima kasih infonya, ini sgt berguna sekali buat saya yg sedang diet🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: